Sabtu, 09 November 2013

5 Cara Kerja Cerdas bukan Kerja Keras

Kebanyakan dari kita sudah pernah mendengar istilah "Kerja Cerdas bukan Kerja Keras" tapi banyak dari kita yang belum menerapkannya ataupun belum tau cara menerapkannya. Cukup sudah Bang Toyib yang kerja keras, kita harus kerja cerdas.
Maka dari itu, supaya kerjaan lancar dan tidak terlalu menguras tenaga berikut ada beberapa tips kerja cerdas yang bisa agan praktekkan dan kalau seandainya belum berhasil silahkan dicoba lagi.


1. Bikin Planing
Sebelum melakukan atau akan melakukan pastikan agan memiliki tujuan istilah kerennya goal setting supaya nantinya segala persiapan untuk pencapaian goal tercapai dengan tepat dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak diperlukan. Misalkan mau bikin project desain logo, karena tidak terencana dengan baik jadwal kerja atau timeline-nya kebanyakan waktu dihabiskan buat merokok atau ngopi (ngerokok dan ngopi bentar aja... ga apa-apa kan..?) yang akhirnya project akan dipres kerjanya ketika waktu deadline sudah mepet.


2. Evaluasi


Evaluasi setelah semua perencanaan kerja diterapkan. Ini penting untuk mengetahui kekurangan ataupun kesalahan (kalau kebaikan? ditingkatkan lagi) sehingga tidak terulang kedua kali. Cek perencanaan/timeline kerja apa sudah jalan sesuai rencana?

3. Gunakan Teknologi

Gunakanlah semua teknologi yang ada apa saja yang bisa membantu agan bekerja, software gratisan melimpah ruah dan bisa dimanfaatkan yang penting rajin browsing..

Ini ada software yang bisa dipakai untuk mengatur jadwal kerja cocok untuk semua perangkat, PC, Iphone, Android dan Cs-nya

Ini sangat penting untuk mengingat list yang akan agan kerjakan dan juga akan diingatkan, ga mungkin semua yang akan direncakan diingat semua tidak akan lupa. Setelah membuat list, agan juga bisa share dengan team agan yang lain. Jadi agan tidak harus nyamperin trus jitak buat ngingetin kerjaannya.

4. Bagi Tugas dan Tanggungjawab

Kita bukanlah Superhero, Supeman, Batman, Power Rangger, Robot, jadi tidak bisa semua pekerjaan di handle dan dikerjakan sendiri, semua ada porsi masing-masing dan ada keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran, bener apa kagak nih?

5. Tingkatkan Ibadah

Apapun ceritanya segala yang kita lakukan itu belum cukup kalau belum diserahkan kepada yang Maha Mengatur, Allah SWT. Meningkatkan ibadah akan mempermudah semua hal dalam pekerjaan ataupun kehidupan pribadi. Sedekah, Shalat Sunnah lain sebagainya akan mempermudah itu semua.

Penyebab Kegagalan Entrepreneur Muda Dalam Mengelola Keuangan Beserta Cara Mengatasinya



Dalam menjalankan bisnisnya, terkadang para pengusaha muda masih sering melupakan pentingnya mengelola keuangan usaha.

Munculnya para entrepreneur muda belakangan ini turut meramaikan persaingan pasar di Indonesia. Kreativitas dan inovasi yang diciptakan para entrepreneur muda, bahkan tak jarang mengundang decak kagum dari para konsumennya.
Kendati demikian, dalam menjalankan bisnisnya terkadang para pengusaha muda masih sering melupakan pentingnya mengelola keuangan usaha. Mereka menghilangkan garis pemisah antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis, sehingga tak jarang mengacaukan kondisi perusahaannya. Kesalahan seperti ini memang sering terjadi di kalangan para entrepreneur. Bahkan, tidak sedikit pula entrepreneur sukses yang salah dalam mengelola keuangannya karena menurunkan prioritas keuangan pribadi dan terus memberikan tambahan dana ke bisnis mereka.
Melihat kasus tersebut, pada kesempatan kali ini sengaja akan kami informasikan kepada para pembaca mengenai penyebab kegagalan entrepreneur muda dalam mengelola keuangan beserta cara mengatasinya.

1.   Mudah tergiur investasi yang berlebihan
Sebagian besar entrepreneur muda lebih mudah menghabiskan tabungan mereka untuk kepentingan pribadi maupun untuk menyewa peralatan kantor yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh perusahaannya. Padahal, aktivitas seperti ini hanya akan menghabiskan tabungan Anda sebelum Anda menjual produk atau jasa. Untuk itu, sebaiknya gunakan uang seperlunya saja untuk membangun produk atau pelayanan yang terbaik untuk para pengguna.
2.   Lebih senang mengambil jalan pintas
Para entrepreneur muda terlalu sering mengambil jalan pintas dan menginginkan segala sesuatunya serba instan. Padahal untuk memudahkan tugas utama mereka, para entrepreneur muda harus mengeluarkan uang lebih untuk menggaji para ahli maupun tenaga kerja yang bisa memudahkan pekerjaan mereka. Keputusan ini tentunya kurang bijak, karena omzet bisnis yang Anda dapatkan belum cukup untuk menutupi besarnya gaji tenaga ahli dan tenaga produksi yang Anda pekerjakan.
3.   Tidak menggaji diri sendiri
Kebanyakan entrepreneur muda lebih memilih hidup susah lalu menanamkan seluruh sumber daya yang mereka dapatkan ke dalam bisnisnya tanpa menyisakan sepeser uang pun untuk menggaji mereka. Ketika keputusan ini bisa tetap membantu dalam mempertahankan arus kas perusahaan, tentu tidak menjadi masalah bagi keuangan bisnis Anda. Namun apabila nantinya keuangan usaha Anda hanya habis untuk menghidupi kebutuhan hidup Anda, tentu ini sangat berbahaya. Sebaiknya bayarkan gaji Anda sendiri sesuai dengan gaji standar yang ada, dan pisahkan keuangan pribadi Anda dari keuangan usaha.
4.   Mencampur aset bisnis dan personal
Sebagai seorang pemula, sebaiknya pisahkan asset perusahaan dengan harta pribadi Anda. Hal ini penting, agar ketika bisnis Anda sedang turun, maka aset pribadi Anda tidak ikut terganggu. Apabila Anda membutuhkan dana tambahan, sebaiknya gunakan aset perusahaan untuk mendapatkan suntikan dana dari investor.
5.   Merampok kas perusahaan tanpa sisa
Kaum muda cenderung menjadi pribadi yang terlalu percaya diri dan merasa berpengalaman, sehingga ketika memperoleh pendapatan yang meningkat dalam dua atau tiga bulan, mereka mulai menghabiskan arus kas bisnis tanpa memikirkan rencana jangka panjang. Ketika mereka membutuhkan mobil, mereka membeli yang terbaik lalu beberapa bulan yang akan datang ternyata bisnisnya tidak sesukses sekarang mereka akan menjualnya. Kondisi ini tentunya tidak ingin Anda alami bukan? Untuk itu, bijaklah dalam menggunakan kas perusahaan dan jagalah kas perusahaan agar jangan sampai kosong.
Semoga informasi manajemen keuangan yang membahas penyebab kegagalan entrepreneur muda dalam mengelola keuangan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang hendak merintis sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

sumber : bisnis.UMKM

Minggu, 03 November 2013

Cara Mempertahankan Eksistensi Bisnis

Merintis usaha dari nol memang sangat membanggakan, apalagi kalau bisnis sudah digeluti ketika masih sekolah. Tapi ingat kalau merintis usaha bukan berarti 100% menjanjikan kesuksesan dari pelakunya. Banyak sekali pelaku bisnis akhirnya gulung tikar ketika gempuran pasar (baca: pesaing) semakin banyak dan kuat.
Pada saat saya berbincang-bincang bersama teman-teman dari kalangan pengusaha yang sudah lama merintis usaha dan sukses, ada beberapa tips bisnis yang dibagikan tentang cara agar bisnis yang dirintis bisa terus eksis di tengah persaingan yang ada:
  • Jadilah solusi bagi permasalahan konsumen
Banyak bisnis muncul dari permasalahan sehari-hari. Membuat solusi dari permasalahan ini dapat memacu inovasi dan mungkin saja meningkatkan bisnis kita. Meningkatkan loyalitas konsumen bisa dengan cara memberi solusi permasalahan yang mereka hadapi dengan produk yang kita tawarkan. Apabila berhasil, tentunya konsumen tidak akan memilih pesaing Anda.
  • Ikuti perkembangan pasar
Selalu ikuti perkembangan trend pasar yang diminati para konsumen. Dengan mengikuti perkembangan trend baru, maka secara tidak langsung kita dapat mengetahui minat para konsumen saat ini. Semakin cepat melihat dengan jeli arah mana konsumen berpaling, maka semakin kuat pula kita menguasai pasar. Salah satu contoh kegagalan mengikuti perkembangan pasar dapat kita lihat dari industri telekomunikasi handphone Nokia. Ketika iOS dan Android berkembang pesat, Nokia justru mempertahankan platform Symbian. Keunggulan telak kualitas iOS dan Android terhadap Symbian memang akhirnya memaksa Nokia berpindah dari Symbian ke Windows Mobile yang mempunyai kualitas setara pesaingnya. Namun segalanya sudah terlambat bagi Nokia. Mereka kehilangan dominasi pasar yang telah didapatkannya selama puluhan tahun sebelumnya.
  • Amati gerakan pesaing
Laju pertumbuhan pesaing perlu diamati agar kita tahu siapa saja yang ikut bermain dalam bisnis ini, dan strategi apa yang mereka gunakan agar bisnisnya berkembang. Kadang kala, belajar dari pesaing itu ada manfaatnya. Kita tidak boleh alergi dan menganggap pesaing sebagai musuh. Tidak ada salahnya menganggap mereka sebagai “motivator” utama kita untuk tetap terus berkembang.
  • Fokus perkembangan usaha
Pernahkah Anda mengamati Hartono Elektronik? Nah, Hartono Elektronik tetap berkembang pesat padahal pesaingnya banyak kan? Kemenangan Hartono disebabkan oleh kekuatan fokus mereka. Tetaplah fokus untuk menentukan satu prioritas utama yang menjadi target bisnis, baik untuk rencana jangka panjang maupun pendek. Intinya adalah dengan menentukan prioritas utama yang ingin dicapai, secara tidak langsung kita dapat lebih fokus membawa bisnis semakin maju.
  • Perluas Networking
Semakin banyak relasi, semakin banyak rezeki yang datang. Semakin banyak relasi maka semakin besar pula peluang kita untuk melakukan ekspansi bisnis. Biasanya, networking bisnis berdampak langsung dengan pemasaran sehingga dapat memajukan usaha dengan cepat.

Alasan Orang Takut Membeli atau Menggunakan Jasa

Sobat studentpreneur, dalam menjalani bisnis kita seringkali mengalami penolakan, hanya karena orang (baca: calon pelanggan) takut untuk membeli atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Nah agar penjualan semakin baik, diperlukan beberapa hal yang dapat menarik orang untuk “jatuh cinta” terhadap barang dan jasa yang ditawarkan. Sebelum anda bisa membuat orang jatuh cinta, pastikan dulu mereka tidak “takut” membeli. Berikut ini beberapa hal yang membuat orang takut membeli barang dan jasa:
  • Pembawaan
Pembawaan yang terkesan memaksa, tidak peduli, datang di waktu yang kurang tepat.
Solusi: Datanglah sebagai penasehat sehingga orang akan melihat kita sebagai pembawa solusi bukan untuk menjual.
  • Takut membuat kesalahan
Apabila menggunakan trik dengan presentasi, coba hindari hanya menonjolkan kelebihan. Cobalah untuk menyeimbangkan dengan menambahkan kelemahan produk anda. Calon pelanggan akan merasa lebih percaya pada anda.
Solusi: Perlakukan dengan baik, adil, dan seimbang.
  • Merasa tidak nyaman atau dibohongi
Apabila seseorang sudah pernah tertipu biasanya sulit baginya untuk percaya dan akan bersifat defensif karena merasa tidak nyaman.
Solusi: Jaga integritas dan jangan terlalu agresif.
  • Alasan menambah utang
Orang akan cenderung menghitung pengeluaran karena takut rugi.
Solusi: Carilah celah dengan menawarkan sesuatu yang memiliki benefit lebih tinggi daripada nilai yang dikeluarkan oleh customer.
  • Takut akan ketidaktahuan
Apabila produk barang atau jasa yang kita tawarkan baru bagi calon customer, jangan memberi kesan untuk menggurui atau lebih pintar dari dia.
Solusi: Gunakan trik “Consultative selling” atau “educative selling”, karena tidak semua orang ingin digurui.
  • Jera akan pengalaman masa lalu
Trauma akan masa lalu membuat calon customer defensive
Solusi: Berikan self service yang ekstra agar pengalaman buruk itu tidak menghantui lagi sehingga membuka jalan kemungkinan untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Bagaimana Agar Email Bisnis Anda Dibalas Oleh Orang Penting

Seringkali dalam memulai sebuah bisnis, kita memerlukan dukungan atau pembelian dari seorang “key person”. Tips bisnis untuk pemula kali ini akan membahas tentang cara-cara sederhana agar email anda setidaknya dibaca oleh key person tersebut. Prinsip pertama yang harus anda camkan baik-baik adalah: mereka key person, mereka orang super sibuk, ada puluhan/ratusan/ribuan email masuk ke inbox mereka tiap harinya. Jadi, kalau anda ingin email anda dipedulikan oleh mereka, cobalah mempedulikan mereka terlebih dahulu, melalui channel lainnya. Berikut adalah beberapa tips bisnis untuk pemula yang akan berguna apabila anda ingin email bisnis anda dibalas oleh orang penting:
  • Berikan komentar pada tulisan dan ide mereka. Kebanyakan orang penting selalu menyempatkan diri untuk menulis di web pribadi mereka atau di media-media yang mereka anggap penting. Cobalah baca dan resapi artikel tulisan mereka, pahami benar-benar. Berilah komentar berdasarkan pengalaman dan penyerapan anda terhadap tulisan atau ide tersebut, sejujur mungkin. Tujuan dari memberikan komentar ini adalah agar mereka mengenali anda. Percayalah, mereka sangat peduli dengan feedback bermanfaat dari pembaca mereka. Semakin berbobot komentar anda, semakin besar peluang anda dikenali oleh orang tersebut, sehingga ketika mengirim email, dia tidak akan segan membaca email anda.
  • Sapa Key Person di Twitter. Tips bisnis untuk pemula ini mungkin terdengar sangat sederhana, namun hampir semua orang penting mempunyai akun twitter pribadi. Sapalah mereka melalu twitter. Namun pastikan anda membalas tweet mereka dengan percakapan yang berbobot, dan mengenai apa yang sedang menjadi concern mereka. Jangan pernah tweet sesuatu yang tidak penting seperti: “follow back yaaa”, atau ucapan tidak berbobot seperti “pertamax gan”. Simpanlah percakapan kurang berbobot dengan teman anda sendiri. Apabila anda sering memberi komentar berbobot, maka dijamin orang tersebut akan memfollow anda, dan pada akhirnya pasti akan membalas apapun email anda.
  • Datangi mereka di offline event. Apabila mereka diundang sebagai pembicara, atau sedang membuat acara di kota tempat anda tinggal, jangan segan untuk berpartisipasi. Pada akhir acara, atau ketika anda melihat ada kesempatan, langsung datangi mereka. Sekali lagi pastikan anda memberi mereka first impression yang hebat, dengan percakapan yang berbobot, atau humor lucu namun berkelas. Pastikan di akhir percakapan, anda mendapatkan kartu nama mereka, dan memastikan kartu nama anda berada di tangan mereka. Setelahnya, dalam jangka waktu paling lambat 3 hari, anda harus mengirimkan email anda pada mereka, ingatkan bahwa anda adalah orang yang mengajak mereka berbicara dalam event tersebut.

Cara-cara tersebut adalah tips bisnis untuk pemula yang sangat sederhana, namun telah berhasil dipraktekkan oleh banyak entrepreneur muda di komunitas Studentpreneur. Bagaimana menurut pendapat anda Sobat Studentpreneur? Apakah anda mempunyai tips tambahan lainnya yang juga terbukti berhasil membuat orang penting tersebut membalas email bisnis anda?

Tingkatkan Penjualan Dengan Berbicara Lebih Sedikit

Ketika bertemu dengan calon pelanggan, biasanya kita akan banyak bercerita mengenai produk atau jasa kita. Ternyata, ada penelitian yang mengejutkan tentang hal ini. Menurut Marc Wayshak, penulis buku “Game Plan Selling”, 81% penjual akan berbicara banyak mengenai produk mereka ke calon pelanggan. Namun kenyataannya, hal inilah yang membuat Anda gagal menutup penjualan. Data menunjukkan bahwa Anda dapat melakukan lebih banyak penjualan dengan berbicara lebih sedikit. Mari kita simak beberapa tips meningkatkan penjualan dengan cara berbicara lebih sedikit berikut ini.


Berbedalah Dengan Kompetitor
Ketika calon pelanggan menganggap Anda sama saja dengan produk kompetitor, Anda berada dalam masalah besar. Anda akan kesulitan untuk membedakan diri dengan pesaing. Tips cara menjual sederhana adalah ketika Anda ditanyai calon pelanggan tentang kenapa mereka harus memakai produk Anda, cobalah jawab, “Saya tidak yakin. Saya akan bertanya beberapa hal untuk lebih memahami kondisi Anda”. Cara ini akan menunjukkan bahwa Anda berbeda dengan pesaing, tidak hanya bertujuan untuk menjual barang Anda, namun juga menyelesaikan masalah pelanggan.

Pahami Tantangan dan Tujuan dari Calon Pelanggan
Kebanyakan penjual menghabiskan waktu untuk meyakinkan calon pelanggan lebih banyak daripada waktu untuk memahami apa masalah dan tujuan akhir calon pelanggan. Ingatlah sebuah contoh klasik penjualan, calon pelanggan tidak menginginkan bor yang luar biasa, mereka hanya ingin membuat lubang di dinding mereka. Jangan segan untuk menanyakan beberapa pertanyaan untuk memahami apa masalah yang sedang dihadapi calon pelanggan dan apa tujuan akhir mereka. Saat itu Anda akan tahu bagaimana cara produk Anda bisa menjadi solusi untuk memecahkan masalah dan membantu calon pelanggan mencapai tujuan mereka.

Buatlah Tawaran yang Masuk Akal
Jangan segan untuk bertanya pada calon pelanggan mengenai kisaran budget mereka. Banyak sekali penjual yang gagal karena mereka tidak bertanya budget pelanggan dan langsung saja membuat tawaran. Kalau perlu, sesuaikan tawaran yang bisa Anda beri dengan budget yang dipunyai oleh calon pelanggan.

Pahami Proses Pengambilan Keputusan
Jangan habiskan waktu Anda untuk meyakinkan orang yang salah. Jangan segan untuk bertanya siapa orang-orang kunci yang akan mengambil keputusan untuk calon pelanggan Anda. Fokuskan waktu Anda untuk meyakinkan orang-orang kunci tersebut. Penjual pemula biasanya terlalu berfokus untuk meyakinkan orang yang justru tidak terlibat dalam proses keputusan pembelian, menyebabkan mereka kehilangan penjualan.

Buatlah Pendek
Habiskan 80% waktu Anda untuk melakukan langkah-langkah sebelumnya, dan hanya 20% untuk menjual. Buatlah presentasi Anda sependek mungkin, namun tetap fokus menjelaskan pada calon pelanggan bagaimana produk Anda bisa menjadi solusi masalah dan membantu mereka mendapatkan tujuan yang diinginkan. Berbicara lebih sedikit akan sangat berguna, jangan habiskan waktu calon pelanggan Anda untuk mendengar hal-hal yang tidak relevan dengan perusahaan mereka.

Tips Mengangkat Karyawan Pertama

Ketika memulai bisnis tanpa modal besar, Anda adalah CEO dari bisnis anda, Chief Everything Officer. Semua hal Anda kerjakan sendiri. Sampai saatnya anda berhasil mengksekusi ide bisnis Anda, semuanya berjalan dengan baik. Pesanan mulai berdatangan, dan Anda sudah tidak bisa mengurusnya sendiri. Tiba waktunya untuk mulai mengangkat karyawan. Ini adalah fase yang sangat penting bagi bisnis Anda. Seringkali bisnis kecil atau startup gagal karena salah dalam menghadapi fase ini. Sobat Studentpreneur, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab ketika akan mencari karyawan pertama.


Apakah Anda benar-benar membutuhkan karyawan tersebut?
Pertanyaan ini jawabannya harus iya. Ciri-cirinya adalah ketika Anda sudah tidak bisa lagi menjadi Chief Everything Officer (mengerjakan semuanya sendiri), dan Anda merasa ada beberapa tugas yang sebenarnya bisa didelegasikan ke orang lain. Coba analisa, apabila dengan mendelegasikan tugas tersebut dan Anda bisa menjadi lebih produktif di bidang lain, dan calon karyawan yang Anda akan delegasikan tersebut bisa melakukan sebaik Anda, maka itu adalah Anda memang butuh untuk mengangkat karyawan pertama Anda

Apakah tugas untuk calon karyawan baru sudah jelas?
Ketika pertanyaan pertama Anda jawab iya, Anda akan tahu tugas apa yang bisa didelegasikan untuk karyawan pertama Anda. Detailkan apa yang harus dia lakukan dalam bentuk job description serta buat SOP (standard operating procedure) dan KPI (key performance indicator) yang jelas untuk calon karyawan pertama ini. Dengan adanya job description yang jelas, Anda juga akan bisa mengenali kekuatan calon karyawan pertama apakah cocok atau tidak.

Bisakah Anda menemukan karyawan pertama dari jaringan Anda?
Karyawan pertama adalah sosok penting dalam bisnis Anda. Kalau bisa, jangan menjadikan orang yang benar-benar asing sebagai karyawan pertama. Lebih baik, Anda mencari dulu dari jaringan Anda, entah itu melewati facebook atau LinkedIn. Apabila jaringan Anda tidak bisa, coba gunakan Rekomendasi dari teman. Setidaknya, teman Anda akan berkata jujur mengenai apakah karyawan tersebut benar-benar bisa bekerja atau tidak.

Apakah kemampuan karyawan pertama sama dengan Anda?
Untuk pertanyaan ini, lebih baik jawabannya tidak. Kalau Anda mengangkat karyawan pertama yang kemampuannya sama dengan Anda, maka perusahaan tidak akan berkembang. Cobalah angkat orang yang sangat kuat dalam bidang yang menjadi kelemahan Anda. Dengan ini, secara keseluruhan perusahaan akan berkembang dengan cepat.

Tips Berjualan Tanpa Modal Besar

Dilema bagi pebisnis pemula adalah tidak adanya modal awal yang mencukupi untuk melakukan kegiatan marketing secara umumnya. Berbagai tips bisnis untuk pemula membahas cara-cara yang jujur terlalu “menguras kantong”. Memasang billboard besar, iklan di TV, mencetak ribuan brosur dan material marketing lainnya tentunya bukan kemewahan yang bisa dirasakan oleh start-up. Namun apabila Sobat Studentpreneur menyalahkan keadaan dan menyerah, maka hanya kegagalan yang ada di depan mata.
Ingatlah satu hal, penjualan dan marketing itu seperti telur dan ayam. Tidak ada telur maka tidak ayam, tidak ada ayam juga tidak ada telur. Kalau tidak ada penjualan maka tidak ada dana marketing. Bagi start-up, wajib hukumnya untuk melakukan penjualan awal agar ada dana marketing yang cukup untuk scale-up atau bertumbuh. Berikut adalah beberapa tips marketing untuk pemula yang bisa dilakukan oleh Sobat Studentpreneur dalam menghasilkan penjualan awal.

  • Kirim email ke calon pelanggan secara personal. Jangan pernah melakukan spam! Ingatlah mantra bahwa mengirim 10 email ke 10 calon pelanggan awal yang berprospek dan mengenal anda lebih menjanjikan daripada mengirim 1000 email ke 1000 orang yang tidak anda kenal sama sekali dan juga tidak pernah mendengar tentang produk anda. Jangan malas untuk membuat email secara pribadi, dengan domain perusahaan tentunya (contoh: anda@perusahaananda.com). Jadilah kreatif, dan jangan berharap untuk mendapatkan penjualan pada interaksi pertama. Berikan value pada email anda yang akan dihargai oleh penerimanya. Cara untuk menemukan calon pelanggan? Gunakan LinkedIn!
  • Buatlah sesi demonstrasi produk/jasa anda. Kalau anda tidak mampu menyewa tempat, gunakan fasilitas internet untuk itu. Buatlah Google Hangout (percayalah, itu gratis) untuk memamerkan keunggulan produk/jasa anda. Keuntungan lain dari penggunaan Google Hangout adalah anda bisa mendapatkan rekaman tersebut secara otomatis di Youtube. Langkah pertama adalah rancang event tersebut sekeren mungkin, untuk menonjolkan kelebihan produk/jasa anda. Kemudian, undang calon pelanggan melalui email atau apapun yang anda bisa untuk meramaikan hangout tersebut. Setelah hangout selesai, langkah selanjutnya adalah memastikan video youtube tentang hangout tersebut bisa ditonton oleh banyak orang. Kuncinya pada kreatifitas anda mengemas event hangout tersebut agar cukup menarik dan membuat video anda viral.
  • Berikan sedikit sample produk/jasa anda pada calon pelanggan yang paling potensial. Setelah melakukan dua tips marketing untuk pemula diatas, anda harus mensortir mana calon pelanggan yang paling potensial. Hubungi calon pelanggan tersebut dan tawarkan pada mereka sedikit sample produk/jasa anda secara gratis, dengan harapan bahwa mereka puas dan akan melakukan pembelian setelah sample tersebut habis. Langkah ini adalah langkah yang paling krusial dalam terjadinya penjualan dalam start-up. Ingatlah mantra “sedikit janji, banyak aksi”, pastikan bahwa anda memberikan calon pelanggan tersebut produk/jasa yang diatas ekspektasi mereka.

Nah bagaimana Sobatpreneur? Apakah anda mempunyai tips lain untuk bisa melakukan penjualan awal dalam start-up anda?