Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

Berbuat dan Tidak Perlu Menyesali Perbuatan


- Generasi pertama, generasi perintis
- Generasi kedua, generasi pejuang.
- Generasi ketiga, generasi penikmat.
- Generasi keempat, generasi perusak.

Berbuat dan Tidak Perlu Menyesali Perbuatan..
Berbuat untuk apapun/siapapun = berbuat untuk diri sendiri..
Berbuatlah dan tidak perlu menyesali perbuatan..

Tidak terasa sia-sia bila kita melihat dari sisi hikmah (dan memang tidak sia-sia)..

'In ahsantum ahsantum lianfusikum wain asa'tum falahaa'
Jika kamu berbuat baik maka kamu berbuat baik untuk dirimu,
dan jika kamu berbuat buruk maka bagi dirimu pula..

'Maa kaana aktsara fi'lan aktsara fadhlan'
Yang banyak berbuat banyak keutamaan (ushulul fiqh).

'Biqadril kaddi tuktasabul ma'aaly'
sebesar usahamulah engkau menuai kemuliaan- (pepatah).

'Wa an laisa lil insaani illaa maa sa'aa. Wa anna sa'yahu saufa yuraa'
dan bahwasanya manusia tiada memperoleh kecuali apa yang ia usahakan. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (an najm: 39-40).

Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu (KH Imam Zarkasyi).

Kita rendahkan otak kita(manusia) yg belum tentu kebenarannya atau ngotot terhadap kepastian Tuhan hanya untuk beralasan? Kita buka hati kita...

Minggu, 28 Desember 2014

Di Usiamu yang 20-an Sekarang, Inilah Kalimat-Kalimat yang Pantas Kamu Ucapkan Pada Ibumu

 
Menjadi ibu adalah salah satu pekerjaan paling berat di dunia. Tanggung jawabmu bukan hanya soal uang dan benda-benda, namun hidup seorang manusia. Dari mengandung, melahirkan, hingga memperkenalkan berbagai hal di dunia kepada anak; terpaksa izin tak masuk kantor ketika dia sakit, membelanya dari bully di sekolah, memeluknya saat ia pertama kali patah hati — hidup ibu dan anaknya berkelindan di tiap jengkal.

Dengan kehadirannya di tiap hari yang kita punya, pantaskah kita menunggu Hari Ibu setahun sekali untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang membuatnya bahagia? 
Jangan menunggu untuk menyampaikan ucapan-ucapan ini kepada ibumu. Biarkan beliau tahu, pengorbanannya untukmu selama lebih dari 20 tahun terakhir ini tak sia-sia!


1. Maaf aku sering tak sabar mengajarkan Mama memakai laptop. Padahal, Mama tak pernah gusar saat mengajariku berbicara atau membaca.
 
Mama, aku minta maaf kalau aku sering tidak sabaran. Ketika Mama minta dibimbing untuk menggunakan laptop atau ponsel baru, aku pasti akan menggerutu. “Duuuh, begitu aja kok nggak bisa sih?” Semua hal yang baru bagimu adalah hal yang terlihat mudah dan sederhana bagiku. Aku lupa bahwa dulu Mamalah yang mengajarkanku banyak hal baru — hal-hal yang bagi Mama begitu mudah dan sederhana. Mamalah yang mengajarkan aku bicara, berjalan, membaca, hingga meresapi materi dari mata pelajaran paling sulit di sekolahku dulu. Aku tak ingat Mama marah ketika aku salah mengeja huruf dan angka. Aku tak ingat Mama mengeluh kenapa aku tak bisa-bisa, ketika konsep matematika yang kumengerti tak juga melebihi “1 + 2″. Ah, apa hakku untuk marah-marah ketika Mama kesulitan berinteraksi dengan teknologi? Bukankah dengan apa yang telah Mama ajarkan padaku selama ini, seharusnya aku malu ketika gagal bersabar saat mengajarmu?

2. Mama benar, aku sering malas mengerjakan pekerjaan rumah. Tak ada pembelaan diri di sini — hanya permintaan maaf yang murni.

Ketika sedang berada di rumah, aku pasti merasa malas dan ogah-ogahan ketika Mama meminta sedikit bantuan. Bahkan, aku sering pura-pura tidak mendengar atau menyibukkan diri dengan tugas kuliah, padahal sebenarnya aku hanya malas dan sedang asyik dengan gadget-ku saja. Kalaupun aku akhirnya membantu, tak jarang Mama akan mendengarkan gerutu dan keluhanku. Aku tak pernah berpikir bahwa pekerjaan yang dalam 15 menit sudah membuatku capek dan pegal-pegal ini adalah pekerjaan yang selalu Mama jabani, berjam-jam setiap hari. Aku tak pernah berpikir bahwa Mama sudah melakukan ini bertahun-tahun, dalam diam. Mama bukan malaikat, aku tahu. Mama pun pasti pernah merasa kesal, muak, dan bosan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah ini. Mama ingin punya seseorang yang membantu — seseorang untuk berbagi. Maaf ya Ma, aku belum bisa menjadi orang yang bisa Mama andalkan untuk membantu selama ini.

3. Mama tidak harus menjadi ibu. Tapi, Mama memilih memiliki aku daripada melakukan hal-hal lain yang bisa membuat Mama bahagia. Terima kasih, Mama.

Aku selalu ingin menanyakan hal ini pada Mama. Namun, selalu urung kutanyakan karena aku tak berani mendengar jawabannya:
Jika Mama bisa memilih lagi untuk punya anak atau tidak, apakah Mama tetap memilih untuk memiliki anak?
Rasanya jahat sekali kalau seorang Ibu bilang “Tidak. Seandainya saya bisa memilih sekali lagi, saya tidak akan mau menjadi Ibu.” Namun seharusnya kita bisa memahami perasaan seperti itu. Bukankah menjadi ibu adalah pekerjaan yang berat — yang mengharuskan seorang wanita mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, termasuk ambisi-ambisi dan seringkali pekerjaannya? Aku ingin menanyakan hal itu, karena tahu betapa melelahkan dan mahalnya membiayai kehidupanku. Aku punya banyak permintaan, banyak kebutuhan dan lebih banyak lagi keinginan. Bahkan di usiaku yang sudah 20-an ini aku belum bisa membiayai sepenuhnya hidupku. Ingat ketika aku harus minta uang lagi karena laptopku harus direparasi? Ingat ketika aku bertanya apa Mama masih bisa membantuku membayar uang kost tahun ini?
Kadang, aku berkhayal apa saja yang bisa Mama lakukan seandainya Mama tak harus membiayai dan merawatku. Mama bisa pergi keliling dunia, Mama tak perlu menolak promosi dari kantor dengan alasan tak bisa berpisah dari keluarga, Mama bisa belanja dan melakukan hobi Mama sepuas-puasnya. Mama bisa bahagia.
Seorang wanita tak punya kewajiban untuk punya anak. Seorang wanita bisa lebih memilih karier atau hobinya, dan itu sah-sah saja — tak ada yang berhak mengatur-atur pilihan hidupnya. Namun di antara semua pilihan yang Mama punya, di antara semua kesempatan yang jelas bisa membuat Mama bahagia… Mama memilih memiliki aku. Terima kasih, Ma, karena telah memilihku. Maafkan aku karena terlalu sering lupa: aku bisa ada di dunia ini karena pilihan Mama.

4. Aku sedang menikmati hidupku saat ini. Namun kadang aku begitu sibuk, sampai lupa bahwa Mama ingin dikabari sekali-sekali.

Mama, aku minta maaf jika banyak SMS darimu yang terabaikan dan panggilan telepon yang teranggurkan. Di usiaku yang sekarang ini, aku dihujani berbagai kegiatan yang sering membuat energiku habis di ujung hari. Akhirnya aku lebih memilih untuk tidur daripada membalas pesan darimu. Padahal bukannya Mama tak punya kesibukan juga. Mama juga bekerja, Mama juga punya teman dan dunia sendiri. Mama bukan wanita yang akan seharian menunggu Papa pulang dari kantor atau anak-anaknya pulang sekolah, seperti ibu rumah tangga yang bosan di tahun ’50-an. Toh Mama juga sempat menelepon atau mengetik pesan yang menanyakan kabarku. Ah, berapa detik sih yang kuperlukan untuk membalas pesan Mama? Apa benar aku begitu sibuknya, atau aku hanya malas dan menganggap remeh Mama saja?

5. Aku ingat saat Mama marah karena aku pacaran. Pendapat kita akan selalu berbeda dalam beberapa hal, dan aku sedang belajar untuk menerimanya.

Beberapa kali aku dikagetkan dengan pandangan keras Mama akan beberapa hal. Jangan pacaran, buang-buang waktu aja! Jangan kuliah Sastra, kamu nanti mau jadi apa? Jangan kuliah jauh-jauh, nanti Mama di rumah sama siapa? Tak hanya itu. Ingat saat kita bertengkar gara-gara punya jagoan yang berbeda dalam Pilpres? Ingat waktu kita bertengkar karena Mama mengatur siapa yang “layak” jadi temanku dan siapa yang tidak? Beberapa pandangan Mama tak akan pernah aku terima. Beberapa pandangan Mama tak akan pernah aku suka. Namun, hubungan kita tetap lebih erat dari berbagai perbedaan yang selama ini ngotot kita pertahankan. Aku tetap menyayangi Mama. Segala perbedaan pandangan di antara kita? Aku sedang belajar untuk menerima mereka.

6. Jujur, ada beberapa kalimat Mama yang sampai saat ini membuatku sakit hati. Aku sedang berusaha memaafkan dan memahami.


“Kok kamu kurus banget sih? Coba gendutin badannya dikit, dong. Biar ada cowok yang suka.”
“Haduh, IPK-mu kok cuma segini. Contoh Adek, tuh, kuliah Teknik, tapi IPK-nya nggak jongkok kayak punya kamu.”
 
Mungkin bagi Mama perkataan-perkataan di atas biasa saja. Mungkin bagi Mama malah kalimat itu bagus sebagai cambuk untuk menyemangatiku. Namun aku juga manusia yang punya perasaan, dan karena aku punya perasaan, aku bisa sakit hati. Kalimat-kalimat itu membuatku sakit hati. Kadang aku berharap Mama bisa memelukku saja daripada mengeluarkan kata-kata yang membuatku mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Kadang aku berharap Mama bisa lebih percaya, bisa lebih menghargai bahwa aku berusaha. Kata orang, memiliki anak adalah jalan terbaik untuk dikecewakan dan mengecewakan. Mama dikecewakan olehku yang punya banyak kekurangan. Aku dikecewakan oleh Mama yang melontarkan beberapa kalimat mencengangkan. Namun memiliki anak juga jalan terbaik untuk memahami bahwa tak ada manusia yang sempurna.
Tak ada dari kita yang bebas dari kekurangan, termasuk aku, termasuk Mama. Aku akan selalu berusaha menerima kenyataan ini. Maukah Mama berusaha bersamaku?

7. Aku tahu Mama mencemaskan masa depanku. Tapi aku bisa lelah jika terus ditanya kapan menikah.
 
Di usiaku yang 20-an ini, ada begitu banyak yang sudah kulalui. Aku sudah merasakan patah hati pertamaku, melalui pahit-manisnya berjuang menyelesaikan skripsi, hingga akhirnya meraih gelar sarjana. Kini aku sudah bekerja. Aku pun sudah punya dia yang kukira bisa menjadi partner menyenangkan untuk menghabiskan hari tua. Aku tahu, dalam pikiran Mama, apalagi yang kutunggu? Bukankah sebaiknya aku segera menikah saja? Tapi Ma, aku bisa lelah jika terus Mama tanya kapan menikah. Percayalah, aku sudah mempertimbangkan masak-masak — dan aku tahu sekarang belum saatnya aku mengikat janji. Saatnya akan tiba nanti, namun tidak hari ini. Dan percayalah, Ma, aku baik-baik saja dengan keputusanku ini. Mama tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku. Bukankah masih banyak hal lain di dunia ini yang bisa dikhawatirkan — selain kapan di jariku cincin kawin akan melingkar?

8. Aku pernah menyaksikan Mama tertawa. Pernah pula kulihat Mama terurai air mata. Terima kasih telah menunjukkan bahwa Mama juga manusia.

Ketika aku kecil, Mama adalah sosok yang sempurna. Mama bisa menjadi koki yang hebat, sopir pribadi, tukang jahit yang mumpuni, pengawal pribadi anak-anaknya, hingga wanita karier yang cerdas. Mama adalah segalanya. Setelah aku tumbuh, barulah aku melihat “sisi-sisi manusiawi” dari Mama. Aku tak hanya pernah menyaksikan Mama tertawa. Aku juga pernah melihat Mama menangis karena kecewa. Aku pernah melihat Mama gusar, marah, mengeluh, menggerutu akan sesuatu.  Ingatkah Mama waktu Mama membanting rokok Adik dan membuangnya ke tempat sampah saat pertama kali tahu bahwa Adik merokok? Lalu Mama masuk kamar dan aku bisa mendengar Mama menangis. Pagi harinya, aku melihat lingkaran hitam dan bengkak di mata Mama. Kini aku tahu Mama bukan sosok yang sempurna. Kini aku mengerti bahwa Mama juga manusia. Dan tahukah Mama? Aku bangga memiliki sosok Mama yang tak sempurna. Aku bangga Mama juga melakukan kesalahan, aku bangga Mama juga merasa punya banyak kekurangan. Karena justru dalam sisi-sisi Mama yang paling “manusia” tersebut… aku merasakan kehangatan.

10. Lewat Mama, aku mengerti: kita tak harus jadi sempurna untuk bisa dicintai.

Ma, apapun yang pernah terjadi di antara kita, aku menghargainya. Siapapun Mama sebelum dan setelah memilikiku, aku memilih menerimanya. Mama memang tak sempurna, namun kita tak harus jadi sempurna agar bisa membuat orang lain mencintai kita. Dan aku mencintai Mama — sesungguh-sungguhnya, sedalam-dalamnya. Terima kasih karena Mama selalu tulus menyayangiku, memanjakanku, merawatku, menjagaku. Kadang-kadang aku khawatir akan masa depanku sendiri; aku bertanya apa tujuanku hidup, apa tujuanku bekerja, apa yang aku lakukan dalam satu, dua, lima tahun. Kemudian aku akan sadar bahwa aku memiliki Mama. Paling tidak, Mama memberiku alasan untuk terus berjuang: bukan untuk jadi sempurna, namun untuk membuat Mama bangga.


Oleh : Pinka Wima
Sumber :  www.Hipwee.com

Kamis, 05 Juni 2014

Motivasi untuk Memulai Usaha Bisnis


Banyak pertanyaan yang klise dan senada tentang bagaimana memulai sebuah bisnis. Berikut ini beberapa tips yang berguna.

Pertama harus dimengerti dulu perbedaan antara pedagang, entrepreneur, bisnisman dan konglomerat.

1. Pedagang. Hanya sekedar mengambil selisih harga barang tanpa memberikan nilai tambah. Misal beli keju dari pabrik 5000 jual ke konsumen 6000. Itu saja!
2. Entrepreneur. Memberikan nilai lebih dari apa yang ia jual. Harus diingat definisi entrepreneur adalah orang yang memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Sebagai contoh, kita beli singkong seharga 1000, lalu diolah menjadi keripik dan bisa di jual 10.000. Itu adalah pekerjaan entrepreneur.

3. Bisnisman. Ketika seorang entrepreneur mampu menguasai jalur produksi dari hulu ke hilir, maka bisa dibilang dia menjadi seorang bisnisman, karena dia telah memegang kendali dari seluruh proses produksi, distribusi, hingga marketing.

4. Konglomerasi. Banyak orang berpendapat kalau konglomerasi ini adalah bagaimana memiliki modal besar. Tetapi menurut saya, konglomerasi adalah bagaimana, setelah kita memegang sebuah jaringan bisnis dari hulu ke hilir, kita menguasai sistem. Sistem yang memungkinkan kita menguasai pasar, baik dari segi produksi maupun distribusi. Contoh adalah Bill Gates, bagaimana microsoft bisa mengendalikan pasar dengan "meracuni" semua orang untuk menggunakan produk Microsoft.

Nah, anda mau di tingkat mana, itu terserah anda. Tapi ketika kita ingin menjadi seorang entrepreneur, sering kali kita terjebak pada hal yang sebenarnya tidak diperlukan untuk langkah awal. Misalnya pertanyaan-pertanyaan (menurut saya) "konyol" seperti ini :

1. Saya punya modal 3 juta, enaknya bisnis apa ya?
Bisnis itu bukan soal uang , bisnis itu bagaimana kita memberi untuk kemudian mengambil manfaat seperlunya.

2. Bisnis yang ramai sekarang apa ya?
Dalam bisnis itu ada siklus. Apa yang ramai hari ini tidak akan ramai selamanya. Buktinya demam snack. Tahun 2011 sampai 2012 booming. Tahun 2013 langsung surut. Bisnis yang baik itu adalah selalu bisa beradaptasi dengan permintaan pasar. Bisnis akan mati ketika berhenti berinovasi.

3. Saya mahasiswa, ingin berbisnis tapi belum punya duit/modal?
Ini pertanyaan paling banci menurut saya. Coba urutkan para entrepreneur sukses. Mana yang sudah kaya dari awal? Siapa yang tidak memulai bisnisnya dari kemiskinan? Kalau lulusan SD saja bisa sukses jual bakso, masa mahasiswa cuman bisa minta duit?

4. Saya tidak punya pengalaman bisnis?
Ini juga pertanyaan konyol yang paling tolol. Coba sebutkan hal baru apa yang harus dilakukan dengan pengalaman? Pengalaman itu bukan dilahirkan. Anda tidak akan pernah mendapatkan pengalaman kalau tidak pernah mencoba melakukan sesuatu.

Sebelum langkah-langkah konkrit, saya selalu punya sebuah motto untuk memulai "bermimpi, doa, action, action, action". 
Sebelum memulai, tentukan dulu mimpi yang ingin anda capai. Pastikan bahwa menjadi seorang entrepreneur memang pilihan hidup anda. Percayalah, mental adalah salah satu kunci pentingnya. Karena dalam perjalanan nanti, anda akan menjumpai 1001 alasan untuk berhenti berusaha.

Nah ini langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk memulai bisnis:

1. Mulailah dengan menjadi pengamat atau pendengar yang baik.
Pasar adalah sesuatu yang unik, dan untuk memahaminya, kita hanya perlu mencoba menjadi pengamat yang baik.

2. Mulailah dari kebun sendiri, jangan pedulikan kebun tetangga.
Ketika anda sudah memahami permintaan pasar, mulailah dengan menginvetarisir apa yang kita punya, lalu cocokkan dengan kebutuhan pasar. Misal: di kampus banyak orang tidak bisa membuat power point yang bagus, dan kita punya kemampuan tersebut. Kenapa tidak memulai untuk menawarkan jasa? Atau misal kita pegawai pabrik tahu, ternyata banyak sekali limbah tahu yang tidak dioptimalkan, sedangkan banyak peternak di sekitar rumah yang sulit mendapatkan pakan. Nah kenapa tidak dihubungkan?

3. Setelah melakukan langkah 1 dan 2, lalu kemudian sharing dengan teman -teman.
Pahami resiko dan peluang lalu cari siapa yang paling bisa diajak kerjasama atau memiliki resource yang anda butuhkan untuk memulai bisnis. Contoh anda mau buka toko snack keliling, ternyata ada teman yang punya mobil yang bisa dipakai untuk usaha. Itu tandanya untuk kolaborasi.

4. Pemikiran cemerlang idak akan terlihat cemerlang jika tersimpan dalam otak.
Ketika sudah memiliki konsep, partner, dan strategi pemasaran; tuliskan dalam bentuk proposal atau bisnis plan. Fungsi bisnis plan juga untuk mencari investor. Lebih dari itu, bisnis plan yang baik akan membuat anda lebih percaya diri dalam memulai bisnis

5. Self Branding, tapi bukan jual diri.
Artinya, ketika anda sudah memilih sebuah produk atau jasa, mulailah membranding diri sendiri dengan produk atau jasa yang anda geluti. Misalnya anda jual tempe, buat orang mengenal anda sebagai tukang tempe. Jadi kalau dipanggil sama teman jadi "juragan tempe". Jadikan apa yang anda jual, bisa mendefinisikan anda, bukan sebaliknya. Lakukan penjualan secara sistematis dan anggun dengan melihat berbagai aspek. Tapi jangan pernah langsung obral besar-besaran. Boleh kasih bonus tapi harus dengan tujuan.

6. Jual apa yang anda tahu, bukan apa yang anda ingin.
Banyak pemula yang memiliki percaya diri berlebih dan ego yang tinggi. Sehingga dia percaya 100% pada produk yang dia jual adalah yang terbaik. Atau konsep bisnis yang dia mulai adalah yang terbaik. Padahal itu hasil dari mencontek bisnis orang lain. Seperti yang dijelaskan di awal, bisnis itu adalah bagaimana memberi. Artinya bisnis yang bisa survive adalah bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar, bukan yang paling laku. Kalau anda cuma berpatokan pada laku atau tidaknya sebuah barang, niscaya anda akan terkena sebuah hukum "siklus bosan" atau diserang "siklus bajakan". Artinya mulailah bisnis pertama kita dengan apa yang kita suka dan kenal baik. Sehingga kita paham berbagai macam aspek. Anda suka sepeda, mulailah dengan jual spare part sepeda, karena anda pasti paham kualitas dan supplier. Jangan malah jual smartphone, mentang-mentang saat ini smartphone lagi laris.

7. Lakukan dengan hati dan tetap bermimpi.
Pada akhirnya, langkah 1 hingga 6 akan menjadi omong kosong, jika anda tidak memiliki daya tahan. Ingat sukses itu adalah sebuah proses, artinya berkorelasi dengan waktu. Instan itu cuma mie, bukan kita... Kenapa harus hati? karena mungkin produk kita banyak yang punya, tapi hati kita tetap milik kita. Maksudnya dengan hati adalah beri produk atau jasa anda sebuah diffrensiasi (perbedaan) dengan kompetitor. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan hati yang tulus.

Kesimpulan untuk memulai bisnis itu bisa disederhankan seperti ini:
Konsep bisnis => team => bisnis plan => cari investor => buka usaha

sumber: kaskus.co.id