Minggu, 07 Agustus 2016

Aku Mencintaimu Dalam Diam


Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.

Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.

Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.

Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku. Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.

Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku? 

Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku. Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana. Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.

Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu. Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balikan hati hamba-Nya.

“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku” 

Untuk-mu yang kukagumi..

Minggu, 20 Desember 2015

Aplikasi Untuk Melacak Laptop yang Dicuri


Pada umumnya, laptop yang kita gunakan memiliki banyak dokumen penting di dalamnya. Biasanya berisikan data-data pribadi yang sangat berharga, seperti dokumen kantor dan lain sebagainya. Salah satu hal buruk, bila tiba-tiba laptop Anda dicuri oleh orang yang tidak dikenal. Dan parahnya, Anda tidak menyimpan data-data penting di-storage lain. Hal tersebut pastinya akan membuat Anda merasa cemas dan bingung harus berbuat apa.
 
Berikut adalah 5 (lima) aplikasi yang dapat membantu Anda untuk melacak laptop yang telah dicuri.

1. Prey
Aplikasi pelacak laptop bernama Prey ini tersedia untuk Windows, Mac OS X, Linux dan lainnya. Prey dapat Anda peroleh secara gratis, tetapi hanya untuk 3 perangkat atau fitur utama saja. Untuk perangkat lainya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 65.000 per bulannya. Aplikasi ini menyediakan tool yang diperlukan untuk membantu Anda menemukan laptop dengan mudah melalui kontrol panel pada website. Dengan demikian, Anda dapat melihat lokasi laptop Anda dengan jelas. Anda juga dapat mengunci dan mencegah akses sang pencuri ke laptop. Prey juga dapat membantu Anda untuk mengambil gambar candid dari orang yang mencuri laptop dan dapat melihat suasana sekitar pada layar laptop Anda.

2.  Find My Mac
Untuk pengguna produk laptop dari Apple, aplikasi ini dapat diandalkan. Walaupun aplikasi ini memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingkan Prey, aplikasi ini dapat berfungsi dengan baik apalagi dapat diperoleh secara gratis. Untuk mengaktifikan Find to Mac, Anda cukup pilih menu ‘System Preference’, kemudian iCloud dan centang kotak pada keterangan Find My Mac. Aplikasi ini adalah layanan gratis yang memungkinkan Anda untuk melacak perangkat yang hilang menggunakan iCloud. Selain itu aplikasi ini juga dapat mengunci laptop Anda menggunakan kata sandi, sehingga tidak ada orang yang dapat mengaksesnya kecuali orang tersebut mengetahui kata sandi yang telah Anda buat. Find My Mac bahkan dapat digunakan untuk perangkat Apple lainnya.

3.  LockltTight
Kelebihan aplikasi Lockittight adalah dapat memata-matai orang yang mencuri laptop Anda. Dengan demikian, Anda bisa menemukan lokasi oraag yang mencuri laptop dengan mudah. Anda juga dapat men-screen capture semua kegiatan si pencuri dengan menggunakan webcam yang tertanam di laptop dan Anda dapat melihat situs website yang dibuka. Aplikasi ini hanya dapat digunakan bagi Anda yang menggunakan laptop berbasis Windows. Untuk versi gratisnya hanya tersedia lima fitur. Bila Anda ingin mendapatkan lebih dari itu, anda harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 26 ribu per bulan.

4.  Lojack For Laptop
Lojack merupakan salah satu aplikasi andal untuk melacak dan mencari mobil yang di curi. Kini Lojack memperluas layanan untuk laptop, smartphone, dan tablet. Bila laptop Anda memiliki banyak file penting, Anda dapat mempertimbangkan untuk memasang aplikasi ini pada laptop. Setelah Anda mengisntal Lojack, perangkat lunak akan terkunci di BIOS yang kompatibel, seperti Windows dan Mac OS X. Aplikasi ini juga dapat menjaga file-file Anda dengan aman, sekalipun orang yang mencuri laptop ingin menghapus semua data di drive. Selain dapat mengunci dan melacak laptop, Lojack juga akan mengirimkan tim penyidik untuk mengambil laptop Anda. Jika Lojack tidak dapat menemukan laptop Anda dalam 60 hari ke depan, mereka akan membayar ganti rugi hingga US$ 1.000 atau sekitar Rp 13 juta. Bagi yang berminat berlangganan aplikasi ini, Anda diwajibkan membayar biaya langganan sekitar Rp 198 ribu per tahun.

5.  Undercover
Undercover merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk Mac. Aplikasi ini mirip dengan Find My Mac, tetapi bedanya aplikasi ini memiliki beberapa fitur tambahan untuk keamanan laptop. Namun sayangnya, Undercover tidak gratis. Anda wajib merogoh kocek mulai dari US$ 49 atau sekitar Rp 637 ribu . Undercover memiliki fitur yang dapat melihat kegiatan si pencuri laptop Anda secara real-time.

Kamis, 30 Juli 2015

THE NEXT LEADER

THE NEXT LEADER..






Minggu, 18 Januari 2015

Nggak Percaya Diri Dengan Kemampuanmu Sendiri ? Baca Tips Ini Yuk !

Pernah nggak kamu merasa kalau kinerjamu nggak bagus? Kalau apa yang kamu lakukan nggak pernah memuaskan, kalau kamu punya banyak kelemahan, sementara kemampuanmu nggak cukup menjawab tuntutan dari lingkunganmu. Perasaan negatif terhadap diri kita sendiri seringkali muncul, dan itu bisa sangat mengganggu ritme hidupmu. Kamu jadi nggak semangat dan kehilangan kepercayaan diri. Lalu apa yang harus dilakukan ketika kamu merasa seperti ini simak baik tipsnya berikut ini sebagaimana dikutip dari laman hipwee.com :

1. Fokus pada kelebihan yang kamu miliki
Setiap manusia itu pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tetapi, apa sih yang membedakan antara seorang pemenang dan pengecut? Pemenang adalah orang-orang yang selalu fokus pada kelebihan-kelebihan yang dimilikinya untuk mencegah rasa ketidakmampuannya muncul dalam pikirannya. Fokuslah pada hal-hal yang kamu rasa kamu bagus dalam melakukannya. Ini sangat membantu agar kamu nggak lagi pesimis terhadap diri sendiri.

2. Lihat kelemahanmu secara obyektif
Kamu tahu kalau kamu punya kelemahan pada suatu hal; tapi seberapa besar dan signifikan kelemahanmu itu? Apa cukup besar untuk membuatmu “nggak bisa apa-apa”?
Seringkali kita merasa kalau kita itu lemah dan nggak performa kerja kita itu buruk, tetapi yakinlah kalau itu hanya ada dalam kepala kita saja. Pertimbangkan dengan obyektif, hal-hal apa saja yang menurutmu itu adalah kelemahan terbesarmu dan apa dampak terbesar yang terjadi padamu?

3. Berpikirlah kalau kamu lebih baik dari yang lainMungkin kamu memang punya kelemahan, tapi jika kamu terus-terusan berpikir tentang keburukanmu, yang ada kamu makin ngerasa down dan kehilangan kepercayaan diri. Cobalah untuk memancing semangatmu sendiri dengan berpikir bahwa masih banyak orang lain yang lebih buruk dari dirimu.
Mungkin ini terlihat sedikit sombong dan nggak tahu diri, tapi ini adalah sikap natural manusia. Manusia terkadang akan merasa tenang ketika ada orang lain yang lebih buruk dari dirinya. Ini memang bukan cara yang ideal, tapi untuk sementara bisa membantu untuk membuat dirimu tenang dan lebih bersemangat.

4. Membaca atau mendengarkan hal-hal yang bisa memotivasi
Saat kita merasa kinerja kita buruk dan kita jadi kehilangan semangat, hal yang kamu butuhkan adalah hal-hal yang bisa menambah semangat dan membuatmu bisa kembali fokus. Temukan apa yang bisa membuatmu merasa terpuruk seperti ini, dan temukan cara apapun untuk mengembalikan semangatmu.
Salah satunya adalah dengan cara membaca buku motivasi atau mungkin kamu menonton acara-acara mendidik di TV atau internet. Ini adalah salah satu cara yang cukup ampuh untuk menambah semangatmu, dan bisa memberimu sebuah perspektif yang baru dalam memandang sesuatu.

5. Menonton Film Yang Menginspirasi
Ketika kamu merasa kamu sedang dalam keadaan yang terpuruk dan merasa kinerjamu mengecewakan, menonton kisah sukses orang lain bisa memotivasimu kembali. Kamu bisa kembali meyakinkan dirimu kembali pada semua kemampuan yang kamu punya. Nggak cuma nonton film aja; ini hanyalah satu dari sekian banyak kegiatan ringan yang bisa kamu lakukan agar kamu mampu menemukan semangatmu kembali.

6. Salahkan dirimu sendiri, bukan keadaan
Kita seringkali terlalu mudah menyalahkan keadaan atau lingkungan atas apa yang terjadi pada diri kita. Seperti contohnya, kita mengeluh kenapa kita nggak terlahir pinter, cantik, atau berasal dari keluarga yang lebih berada atau terkenal.
Jangan menyalahkan keadaan atas siapa dirimu saat ini. Tapi salahkan dirimu karena kamu nggak mau berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Fokus dan tetaplah berusaha untuk menjadi seseorang yang kamu inginkan.

7. Buat rencana dan patuhi rencana itu

Buatlah rencana-rencana ke depan. Apa aja yang harus kamu lakukan untuk memperbaiki kinerja dan menambah kemampuanmu? Tentukan juga tujuan-tujuan yang ingin kamu capai. Setelah itu, langsung patuhi mereka! Kerjakan apa yang harus kamu kerjakan tanpa menunda-nunda. Kalau bisa dikerjakan sekarang, sekarang juga, jangan menunggu esok hari. Karena esok hari belum tentu akan datang kan?  Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, dan lakukan sekarang juga!

8. Berpikirlah positif

Meskipun kamu telah melakukan kesalahan di masa lalu, bukan berarti kamu boleh terus terpuruk. Menyadari bahwa ada yang salah pada dirimu adalah pertanda pertama bahwa kamu punya kemauan untuk berubah. Mulailah dengan terus berpikir positif tentang dirimu. Berpikirlah bahwa kamu masih bisa memperbaikinya, mengembangkan kemampuanmu, dan melakukan yang terbaik di setiap hal yang kamu kerjakan. Apa yang kamu pikirkan akan mempengaruhi tindakanmu juga.
Apa yang kamu pikirkan terhadap dirimu sendiri adalah kunci utama agar kamu terus bisa termotivasi dalam melakukan segala sesuatu. Jika kamu berpikir negatif tentang dirimu sendiri, maka kamu pun akan kesulitan untuk bisa berbuat positif bagi diri sendiri. Jadi, jangan lupa untuk selalu berbaik sangka pada dirimu sendiri ya!

Buatlah rencana-rencana ke depan. Apa aja yang harus kamu lakukan untuk memperbaiki kinerja dan menambah kemampuanmu? Tentukan juga tujuan-tujuan yang ingin kamu capai. Setelah itu, langsung patuhi mereka! Kerjakan apa yang harus kamu kerjakan tanpa menunda-nunda. Kalau bisa dikerjakan sekarang, sekarang juga, jangan menunggu esok hari. Karena esok hari belum tentu akan datang kan?  Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, dan lakukan sekarang juga!

SALES MAGIC Tung Desem Waringin


Banyak orang tidak mengetahui seni penjualan, lebih banyak lagi orang tidak mengetahui pentingnya ilmu menjual dalam kehidupannya. Banyak orang merasa tidak terlibat dalam penjualan. Padahal ilmu penjualan ini harus dimiliki oleh semua orang yang berinteraksi dengan orang lain. Misal staf administrasi harus menjual laporan kepada atasannya, bagaimana seorang bawahan menjual ide kepada atasannya, seorang ibu meminta anaknya untuk meminum obat pahit, bagaimana seorang laki-laki atau wanita memenangkan hati calon pasangannya, dan tentu saja bagaimana seorang salesman berhasil menjual produk, ide atau jasanya kepada orang lain.

SALES MAGIC yang dikenalkan oleh Pak Tung Desem Waringin membahas Teknik & Keterampilan yang sangat ampuh dalam menjual apapun kepada siapapun dimanapun dan kapanpun. Bagaimana menjual sepotong roti tawar dengan harga Rp 300 juta dan yang beli masih berebut. Sebuah ilmu yang disaripatikan dari Anthony Robbins (World’s No.1 Success Coach), Joe Girard (Pemegang rekor dunia penjualan perorangan/ Guinness Book of Record), dan pengalaman Tung Desem Waringin dalam membawa BCA di Malang dari peringkat 7 pertumbuhan pemegang kartu ATM menjadi peringkat 1 di Indonesia (untuk kategori di luar Jakarta). Pertumbuhan pemegang kartu kredit BCA No.1 di Indonesia (Bulan April – Mei 2000). Pulih pertama ketika BCA rush.

Dalam menjual produk kepada calon pelanggan pada dasarnya hanya memerlukan 4 hal ini, yang dikenalkan dengan nama SALES MAGIC. Apa saja 4 hal tersebut? Mari kita simak:

1.   BUILDING TRUST (membangun kepercayaan)
Percaya timbul karena reputasi dan referensi, karena adanya keakraban atau kemiripan, karena ada konkruen. Calon pembeli percaya pada 3 elemen, percaya pada perusahaan, percaya pada produk, dan percaya pada Penjual. Ketiganya elemen tersebut harus meyakinkan dan memiliki reputasi baik sehingga bisa dipercaya oleh calon pembeli. Dengan adanya kepercayaan dari calon pelanggan ini akan lebih mudah menjual produk.

Bayangkan jika reputasi tidak ada, juga tidak ada yang mereferensikan, kemudian customer tidak kenal kita, tidak akrab, dan menjelaskannya sambil berkata, 'Saya tidak tahu apakah produknya baik atau tidak. Coba saja!' Kira-kira mungkin gak terjadi penjualan?

Perusahaan yang memiliki reputasi yang baik, produk terbukti berkualitas dan sudah banyak sekali digunakan oleh masyarakat dan dikenalkan oleh SDM yang terlatih, terampil dan ramah akan memudahkan proses penjualan selanjutnya

2.  CREATING NEEDS (Menciptakan rasa Butuh)
Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan akan suatu barang atau layanan, hanya saja mereka kadang belum menyadarinya. Itulah tugas pemasar untuk membangun keinginan dari calon pembeli akan produk yang dijualnya.

Contoh, apakah saat ini sebagian besar orang dewasa membutuhkan produk untuk memperbaikan kualitas darah, atau produk pengencer darah. Bisa jadi jawabannya “iya”. Tapi apakah saat ini semua orang dewasa tahu dan akhirnya menggunakan produk pengencer darah? Jawabanya “sebagian besar tidak tahu dan tidak menggunakan produk pengencer darah”. Kalau begitu, inilah tugas dari penjual untuk menciptakan kebutuhan calon pembeli, bahwa mereka sebenarnya membutuhkan produk pengencer darah.

Tanyakan apakah pelanggan sering merasa capai, badan pegal pegal, susah tidur, kapan terakhir cek darah? Saat pelanggan menjawab “ya”, besar kemungkinan dia mengalami gangguan darah lengket à membutuhkan produk pengencer darah

3.  GIVING SOLUTION / OFFERING (Solusi / penawaran)
Seorang penjual hanya sekedar menjual, salesman tanpa dia menguasi produk dan orang akan sulit terjadi penjualan, tetapi jika dia menjadi seorang konsultan yang mengerti tentang orang dan produk atau jasanya akan cenderung lebih mudah menjual. Apalagi jika positioning diri ini sebagai master,, yang memang satu-satunya yang menguasai semuanya, benar-benar paham karakter orang dan produk atau jasa yang kita jual.

Datanglah kepada calon pembeli sebagai PEMBAWA SOLUSI. Dalam kasus customer memiliki masalah dengan gampang capai, pegal-pegal, kesemutan, susah tidur, dll, maka kita bisa datang dengan berbagai informasi yang berhubungan dengan keluhan tersebut sebagai solusi dan sekaligus mengenalkan produk sebagai SOLUSI untuk mengatasi keluhan tersebut.

4.  HANDLING OBJECTION (Mengatasi keberatan)
Setelah calon pembeli peraya, kemudian mereka menyadari bahwa mereka memerlukan produk, dan produk adalah sebagai solusi dari permasalahan yang dia alami, tidak serta merta merta mereka akan langsung membeli. Mereka akan mengajukan berbagai macam keberatan, mulai dari ragu-ragu akan produk (baru), ingin tanya ke dokter terlebih dahulu, harganya mahal, tidak punya uang, dan alasan lainnnya.

Di sinilah peran dari pemasar untuk MENGATASI KEBERATAN TERSEBUT. Keberata soal kualitas produk bisa dijelaskan dengan berbagai hasil penelitian dan banyaknya orang yang sudah menggunakan. Keberatan tentang harga, pelanggan bisa diajak berhitung, bahwa kalau dihitung konsumsi harian ternyata biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan uang parkir sehari-hari. Keberatan tentang manfaat produk, bisa dijelaskan dengan resiko yang bisa terjadi bila tidak melakukan upaya pencegahan, dsan secara biaya pasti jauh lebih mahal.

Demikian penjelasan secara singkat mengenai SALES MAGIC, semoga bisa diterapkan dan memberikan manfaat. Terimakasih

Tanyakan Hal Ini Pada Calon Pasangan Anda Sebelum Menikah

Selamat Malam Sobat..

Sebelum menikah, tidak ada salahnya loh jika Anda membicarakan tentang masalah keuangan bersama pasangan, bahkan ini sangat dianjurkan agar Anda mengetahui pandangan pasangan terhadap masalah keuangan, cara mengelola keuangan, dan rencana keuangan kedepannya setelah membentuk keluarga.

Membicarakan uang tidak seharusnya menjadi masalah, lakukan dengan santai, terbuka, dan jujur. Pertanyaan yang Anda ajukan kepada calon pasangan pun dapat berupa pertanyaan yang simple maupun pertanyaan yang lebih mendetail, tergantung kenyamanan masing-masing pihak. Ini dilakukan karena pernikahan merupakan gerbang menuju kehidupan baru yang penuh dengan kejutan-kejutan baru, baik itu kejutan yang menyenangkan seperti kelahiran anak, membeli rumah baru, mobil baru, dsb, maupun kejutan yang menyedihkan seperti sakit, dsb. Kita mempersiapkan semuanya untuk menghadapi itu semua.

Dalam bertanya pun jangan lupa untuk melakukannya secara proporsional, misalnya jika Anda sebagai calon istri bertanya “Sanggupkah kau menafkahiku?, maka Anda pun harus dapat menerima jika calon suami Anda bertanya “Sanggupkah hidup sederhana denganku?”.

Jangan lupa pula untuk menggunakan bahasa yang baik, karena kita tahu bahwa membicarakan keuangan mengandung muatan emosional yang banyak.

Berikut beberapa topik tentang keuangan yang dapat ditanyakan kepada calon pasangan Anda :
  1. Apa arti kekayaan untukmu?
  2. Uang biasanya dibelanjakan untuk apa saja?
  3. Bagaimana menabung yang selama ini dilakukan?
  4. Apakah setelah menikah akan ada perubahan dalam cara mengelola keuangan dibanding sebelum menikah?
  5. Apakah saat ini memiliki hutang? Berapa jumlah dan bagaimana cara melunasinya?
  6. Apakah menggunakan kartu kredit?
  7. Saat kelak membeli rumah, apakah dapat menerima bahwa mungkin harus menggunakan fasilitas bank? Jika tidak, bagaimana rencananya?
  8. Apa yang diharapkan dari pasangan dalam hal keuangan?
  9. Apa tanggung jawab keuangan dalam pernikahan kelak? 
  10. Apakah istri diizinkan untuk bekerja?
  11. Saat istri bekerja, bagaimana keluarga dengan 2 penghasilan akana mengatur keuangannya?
  12. Apakah selama ini melakukan pencatatan atau anggaran dalam mengelola keuangan?
  13. Apakah ada tanggung jawab keuangan yang harus ditunaikan di luar keluarga inti? Misalnya kepada orang tua, saudara, atau yang lainnya.
  14. Bagaimana pandangan tentang asuransi?
Semoga 14 pertanyaan tersebut dapat memberikan ide kira-kira pertanyaan apa saja yang dapat diajukan kepada calon suami/istri Anda.
Selamat bertanya..

Dikutip dari : www.youtube.com
“Tips Persiapan Pra Nikah (Pre Wedding) : Pertanyaan Keuangan”

Minggu, 28 Desember 2014

Di Usiamu yang 20-an Sekarang, Inilah Kalimat-Kalimat yang Pantas Kamu Ucapkan Pada Ibumu

 
Menjadi ibu adalah salah satu pekerjaan paling berat di dunia. Tanggung jawabmu bukan hanya soal uang dan benda-benda, namun hidup seorang manusia. Dari mengandung, melahirkan, hingga memperkenalkan berbagai hal di dunia kepada anak; terpaksa izin tak masuk kantor ketika dia sakit, membelanya dari bully di sekolah, memeluknya saat ia pertama kali patah hati — hidup ibu dan anaknya berkelindan di tiap jengkal.

Dengan kehadirannya di tiap hari yang kita punya, pantaskah kita menunggu Hari Ibu setahun sekali untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang membuatnya bahagia? 
Jangan menunggu untuk menyampaikan ucapan-ucapan ini kepada ibumu. Biarkan beliau tahu, pengorbanannya untukmu selama lebih dari 20 tahun terakhir ini tak sia-sia!


1. Maaf aku sering tak sabar mengajarkan Mama memakai laptop. Padahal, Mama tak pernah gusar saat mengajariku berbicara atau membaca.
 
Mama, aku minta maaf kalau aku sering tidak sabaran. Ketika Mama minta dibimbing untuk menggunakan laptop atau ponsel baru, aku pasti akan menggerutu. “Duuuh, begitu aja kok nggak bisa sih?” Semua hal yang baru bagimu adalah hal yang terlihat mudah dan sederhana bagiku. Aku lupa bahwa dulu Mamalah yang mengajarkanku banyak hal baru — hal-hal yang bagi Mama begitu mudah dan sederhana. Mamalah yang mengajarkan aku bicara, berjalan, membaca, hingga meresapi materi dari mata pelajaran paling sulit di sekolahku dulu. Aku tak ingat Mama marah ketika aku salah mengeja huruf dan angka. Aku tak ingat Mama mengeluh kenapa aku tak bisa-bisa, ketika konsep matematika yang kumengerti tak juga melebihi “1 + 2″. Ah, apa hakku untuk marah-marah ketika Mama kesulitan berinteraksi dengan teknologi? Bukankah dengan apa yang telah Mama ajarkan padaku selama ini, seharusnya aku malu ketika gagal bersabar saat mengajarmu?

2. Mama benar, aku sering malas mengerjakan pekerjaan rumah. Tak ada pembelaan diri di sini — hanya permintaan maaf yang murni.

Ketika sedang berada di rumah, aku pasti merasa malas dan ogah-ogahan ketika Mama meminta sedikit bantuan. Bahkan, aku sering pura-pura tidak mendengar atau menyibukkan diri dengan tugas kuliah, padahal sebenarnya aku hanya malas dan sedang asyik dengan gadget-ku saja. Kalaupun aku akhirnya membantu, tak jarang Mama akan mendengarkan gerutu dan keluhanku. Aku tak pernah berpikir bahwa pekerjaan yang dalam 15 menit sudah membuatku capek dan pegal-pegal ini adalah pekerjaan yang selalu Mama jabani, berjam-jam setiap hari. Aku tak pernah berpikir bahwa Mama sudah melakukan ini bertahun-tahun, dalam diam. Mama bukan malaikat, aku tahu. Mama pun pasti pernah merasa kesal, muak, dan bosan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah ini. Mama ingin punya seseorang yang membantu — seseorang untuk berbagi. Maaf ya Ma, aku belum bisa menjadi orang yang bisa Mama andalkan untuk membantu selama ini.

3. Mama tidak harus menjadi ibu. Tapi, Mama memilih memiliki aku daripada melakukan hal-hal lain yang bisa membuat Mama bahagia. Terima kasih, Mama.

Aku selalu ingin menanyakan hal ini pada Mama. Namun, selalu urung kutanyakan karena aku tak berani mendengar jawabannya:
Jika Mama bisa memilih lagi untuk punya anak atau tidak, apakah Mama tetap memilih untuk memiliki anak?
Rasanya jahat sekali kalau seorang Ibu bilang “Tidak. Seandainya saya bisa memilih sekali lagi, saya tidak akan mau menjadi Ibu.” Namun seharusnya kita bisa memahami perasaan seperti itu. Bukankah menjadi ibu adalah pekerjaan yang berat — yang mengharuskan seorang wanita mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, termasuk ambisi-ambisi dan seringkali pekerjaannya? Aku ingin menanyakan hal itu, karena tahu betapa melelahkan dan mahalnya membiayai kehidupanku. Aku punya banyak permintaan, banyak kebutuhan dan lebih banyak lagi keinginan. Bahkan di usiaku yang sudah 20-an ini aku belum bisa membiayai sepenuhnya hidupku. Ingat ketika aku harus minta uang lagi karena laptopku harus direparasi? Ingat ketika aku bertanya apa Mama masih bisa membantuku membayar uang kost tahun ini?
Kadang, aku berkhayal apa saja yang bisa Mama lakukan seandainya Mama tak harus membiayai dan merawatku. Mama bisa pergi keliling dunia, Mama tak perlu menolak promosi dari kantor dengan alasan tak bisa berpisah dari keluarga, Mama bisa belanja dan melakukan hobi Mama sepuas-puasnya. Mama bisa bahagia.
Seorang wanita tak punya kewajiban untuk punya anak. Seorang wanita bisa lebih memilih karier atau hobinya, dan itu sah-sah saja — tak ada yang berhak mengatur-atur pilihan hidupnya. Namun di antara semua pilihan yang Mama punya, di antara semua kesempatan yang jelas bisa membuat Mama bahagia… Mama memilih memiliki aku. Terima kasih, Ma, karena telah memilihku. Maafkan aku karena terlalu sering lupa: aku bisa ada di dunia ini karena pilihan Mama.

4. Aku sedang menikmati hidupku saat ini. Namun kadang aku begitu sibuk, sampai lupa bahwa Mama ingin dikabari sekali-sekali.

Mama, aku minta maaf jika banyak SMS darimu yang terabaikan dan panggilan telepon yang teranggurkan. Di usiaku yang sekarang ini, aku dihujani berbagai kegiatan yang sering membuat energiku habis di ujung hari. Akhirnya aku lebih memilih untuk tidur daripada membalas pesan darimu. Padahal bukannya Mama tak punya kesibukan juga. Mama juga bekerja, Mama juga punya teman dan dunia sendiri. Mama bukan wanita yang akan seharian menunggu Papa pulang dari kantor atau anak-anaknya pulang sekolah, seperti ibu rumah tangga yang bosan di tahun ’50-an. Toh Mama juga sempat menelepon atau mengetik pesan yang menanyakan kabarku. Ah, berapa detik sih yang kuperlukan untuk membalas pesan Mama? Apa benar aku begitu sibuknya, atau aku hanya malas dan menganggap remeh Mama saja?

5. Aku ingat saat Mama marah karena aku pacaran. Pendapat kita akan selalu berbeda dalam beberapa hal, dan aku sedang belajar untuk menerimanya.

Beberapa kali aku dikagetkan dengan pandangan keras Mama akan beberapa hal. Jangan pacaran, buang-buang waktu aja! Jangan kuliah Sastra, kamu nanti mau jadi apa? Jangan kuliah jauh-jauh, nanti Mama di rumah sama siapa? Tak hanya itu. Ingat saat kita bertengkar gara-gara punya jagoan yang berbeda dalam Pilpres? Ingat waktu kita bertengkar karena Mama mengatur siapa yang “layak” jadi temanku dan siapa yang tidak? Beberapa pandangan Mama tak akan pernah aku terima. Beberapa pandangan Mama tak akan pernah aku suka. Namun, hubungan kita tetap lebih erat dari berbagai perbedaan yang selama ini ngotot kita pertahankan. Aku tetap menyayangi Mama. Segala perbedaan pandangan di antara kita? Aku sedang belajar untuk menerima mereka.

6. Jujur, ada beberapa kalimat Mama yang sampai saat ini membuatku sakit hati. Aku sedang berusaha memaafkan dan memahami.


“Kok kamu kurus banget sih? Coba gendutin badannya dikit, dong. Biar ada cowok yang suka.”
“Haduh, IPK-mu kok cuma segini. Contoh Adek, tuh, kuliah Teknik, tapi IPK-nya nggak jongkok kayak punya kamu.”
 
Mungkin bagi Mama perkataan-perkataan di atas biasa saja. Mungkin bagi Mama malah kalimat itu bagus sebagai cambuk untuk menyemangatiku. Namun aku juga manusia yang punya perasaan, dan karena aku punya perasaan, aku bisa sakit hati. Kalimat-kalimat itu membuatku sakit hati. Kadang aku berharap Mama bisa memelukku saja daripada mengeluarkan kata-kata yang membuatku mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Kadang aku berharap Mama bisa lebih percaya, bisa lebih menghargai bahwa aku berusaha. Kata orang, memiliki anak adalah jalan terbaik untuk dikecewakan dan mengecewakan. Mama dikecewakan olehku yang punya banyak kekurangan. Aku dikecewakan oleh Mama yang melontarkan beberapa kalimat mencengangkan. Namun memiliki anak juga jalan terbaik untuk memahami bahwa tak ada manusia yang sempurna.
Tak ada dari kita yang bebas dari kekurangan, termasuk aku, termasuk Mama. Aku akan selalu berusaha menerima kenyataan ini. Maukah Mama berusaha bersamaku?

7. Aku tahu Mama mencemaskan masa depanku. Tapi aku bisa lelah jika terus ditanya kapan menikah.
 
Di usiaku yang 20-an ini, ada begitu banyak yang sudah kulalui. Aku sudah merasakan patah hati pertamaku, melalui pahit-manisnya berjuang menyelesaikan skripsi, hingga akhirnya meraih gelar sarjana. Kini aku sudah bekerja. Aku pun sudah punya dia yang kukira bisa menjadi partner menyenangkan untuk menghabiskan hari tua. Aku tahu, dalam pikiran Mama, apalagi yang kutunggu? Bukankah sebaiknya aku segera menikah saja? Tapi Ma, aku bisa lelah jika terus Mama tanya kapan menikah. Percayalah, aku sudah mempertimbangkan masak-masak — dan aku tahu sekarang belum saatnya aku mengikat janji. Saatnya akan tiba nanti, namun tidak hari ini. Dan percayalah, Ma, aku baik-baik saja dengan keputusanku ini. Mama tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku. Bukankah masih banyak hal lain di dunia ini yang bisa dikhawatirkan — selain kapan di jariku cincin kawin akan melingkar?

8. Aku pernah menyaksikan Mama tertawa. Pernah pula kulihat Mama terurai air mata. Terima kasih telah menunjukkan bahwa Mama juga manusia.

Ketika aku kecil, Mama adalah sosok yang sempurna. Mama bisa menjadi koki yang hebat, sopir pribadi, tukang jahit yang mumpuni, pengawal pribadi anak-anaknya, hingga wanita karier yang cerdas. Mama adalah segalanya. Setelah aku tumbuh, barulah aku melihat “sisi-sisi manusiawi” dari Mama. Aku tak hanya pernah menyaksikan Mama tertawa. Aku juga pernah melihat Mama menangis karena kecewa. Aku pernah melihat Mama gusar, marah, mengeluh, menggerutu akan sesuatu.  Ingatkah Mama waktu Mama membanting rokok Adik dan membuangnya ke tempat sampah saat pertama kali tahu bahwa Adik merokok? Lalu Mama masuk kamar dan aku bisa mendengar Mama menangis. Pagi harinya, aku melihat lingkaran hitam dan bengkak di mata Mama. Kini aku tahu Mama bukan sosok yang sempurna. Kini aku mengerti bahwa Mama juga manusia. Dan tahukah Mama? Aku bangga memiliki sosok Mama yang tak sempurna. Aku bangga Mama juga melakukan kesalahan, aku bangga Mama juga merasa punya banyak kekurangan. Karena justru dalam sisi-sisi Mama yang paling “manusia” tersebut… aku merasakan kehangatan.

10. Lewat Mama, aku mengerti: kita tak harus jadi sempurna untuk bisa dicintai.

Ma, apapun yang pernah terjadi di antara kita, aku menghargainya. Siapapun Mama sebelum dan setelah memilikiku, aku memilih menerimanya. Mama memang tak sempurna, namun kita tak harus jadi sempurna agar bisa membuat orang lain mencintai kita. Dan aku mencintai Mama — sesungguh-sungguhnya, sedalam-dalamnya. Terima kasih karena Mama selalu tulus menyayangiku, memanjakanku, merawatku, menjagaku. Kadang-kadang aku khawatir akan masa depanku sendiri; aku bertanya apa tujuanku hidup, apa tujuanku bekerja, apa yang aku lakukan dalam satu, dua, lima tahun. Kemudian aku akan sadar bahwa aku memiliki Mama. Paling tidak, Mama memberiku alasan untuk terus berjuang: bukan untuk jadi sempurna, namun untuk membuat Mama bangga.


Oleh : Pinka Wima
Sumber :  www.Hipwee.com

Sabtu, 27 Desember 2014

12 Prinsip Cinta yang Harus Kamu Resapi Agar Dirimu Tak Perlu Lagi Sakit Hati

 
Apakah kamu pernah merasakan momen jatuh cinta? Pernahkah kamu menyatakan cinta pada seseorang, atau menyimpan perasaan cinta yang begitu dalam pada pasangan? Ya, mencintai dan dicintai adalah perasaan yang membahagiakan dan lazim kita rasakan.

Tapi, bagaimana perjalanan cintamu selama ini? Muluskah? Berakhir sesuai harapankah? Atau justru menyisakan luka mendalam yang sampai sekarang belum bisa ditutup? Jika kisah cintamu tak pernah berakhir sesuai keinginan, bisa jadi ada yang salah terhadap pemahanmu terhadap cinta.

Nah, Berikut ini 12 prinsip tentang cinta yang harus terus diingat agar kehidupan cintamu tak berakhir menyedihkan!

1. Cinta Bisa Tiba-Tiba Mengetuk Pintu Hatimu, Menerima Atau Mengabaikan Perasaan Itu Adalah Pilihanmu

Mencintai adalah tentang memilih dan memantapkan hati. Mengizinkan diri sendiri untuk punya perasaan cinta pada seseorang yang memang dirasa layak mendapatkannya. Apakah dia yang selama ini jadi teman baikmu? Dia yang jadi rekomendasi orang tuamu, atau dia yang kamu kenal lewat pertemuan sederhana di sebuah angkutan kota?

Cinta memang bisa datang kapan saja. Momen jatuh cinta pun mungkin bisa kamu rasakan setiap detiknya. Namun, perkara menerima atau mengabaikan cinta yang datang sepenuhnya ada di tanganmu. Tak seorang pun berhak memaksa pada siapa kamu harus jatuh cinta atau mencintai. Saat memilih untuk mencintai berarti kamu harus siap dengan berbagai konsekuensi. Pun ketika kamu memilih untuk tidak membuka hati, kamu harus mampu menghadapi kesendirian dengan berani.

2. Kamu Harus Bisa Membedakan Mana Cinta Sejati yang Layak Kamu Jaga Sepenuh Hati — Mana Perasaan Menggebu yang Hanya Sekadar Obsesi
Ada kalanya kita tak bisa membedakan antara perasaan cinta dan sekadar obsesi. Obsesi biasanya muncul akibat perasaan suka yang begitu kuat. Dia yang membuatmu terobsesi mungkin punya paras cantik bak selebriti, siswa paling cerdas di kelasmu, atau cowok yang jadi idola di sekolahmu dulu. Obsesi memunculkan keinginan kuat untuk bisa berdampingan dengannya. Namun ketahuilah, perasaan yang kamu rasa begitu menggelegak itu sebenarnya belum bisa disebut sebagai cinta.

Cinta yang sebenarnya tak akan membuatmu obsesif atau berperilaku posesif. Cinta justru demikian membebaskan; tak akan mengekang atau menekan. Saat kamu bisa benar-benar mencintai pasangan, segala yang kamu lakukan hanya demi membuatnya merasa nyaman. Jika perasaan yang sekadar obsesi hanya bertahan sementara dan mudah berganti, cinta yang tulus justru akan bertahan lama di hati.

3. Tertarik Pada Pasangan Adalah Pintu. Rasa Cinta Masih Perlu Diuji Setelah Itu

Tak banyak orang yang percaya pada kisah ‘cinta pada pandangan pertama’. Seakan-akan cinta bisa muncul dalam sekejap dan dengan cara yang instan. Bukankan butuh proses yang panjang ketika sekedar rasa suka atau ketertarikan bisa berubah jadi cinta? Tidakkah cinta pada pandangan pertama seakan berdasar pada ketertarikan fisik semata?

Ya, cinta memang sepatutnya butuh waktu. Kamu dan pasanganmu punya perasaan cinta yang akan terus bertumbuh setiap harinya. Lewat kuatnya rasa saling percaya, setelah mengenal karakter aslinya, mendengar visi misi hidupnya, melihat perilakunya, hingga sikap-sikapnya yang memang bisa membuatmu nyaman bersamanya.

4. Tak Salah Mempercayai Bahwa Cinta Sejatimu Memang Sudah Ditakdirkan. Namun Pasangan yang Sepadan Tetap Layak Diusahakan

Kadang, perasaan yang begitu kuat atau rasa cinta yang demikian hebat membuat kita jumawa. Rasa bahagia yang berlebihan menjadikan kita banyak-banyak menumpuk harapan. Keinginan memiliki pasangan dan hubungan yang sempurna justru membuat diri kita terkesan memaksakan. Kita lupa bahwa perkara cinta sejati dan pasangan yang akan mendampingi sampai tua itu sudah dituliskan. Sebagai manusia, kita hanya patut berserah sambil tak putus-putus mengusahakannya.

Tapi memasrahkan bukan berarati duduk manis, ongkang-ongkang kaki, tanpa usaha keras di baliknya. Kalau mau mendapatkan pasangan yang sepadan, pengorbananmu juga harus digalakkan. Ingin pasangan yang gemar membaca? Tantang dirimu menamatkan minimal 3 buku tiap bulannya. Berharap punya pasangan dengan iman yang baik? Tengok dulu, apakah hubunganmu dan Tuhan sudah sedekat jarak tanda koma dan titik?

5. Cinta Itu Pekerjaan Memberi. Kamu Hanya Harus Memberikan Segala yang Terbaik Darimu Setiap Hari

Cinta memang selayaknya dimaknai sebagai kata kerja. Perasaan cinta seharusnya diwujudkan dalam bentuk tindakan. Jika hubungan cintamu mau bertahan, dibutuhkan kerja keras dan kerjasama yang tanpa pengecualian. Semakin dewasa dirimu, semakin kamu menyadari bahwa cinta bukanlah sekadar jargon manis atau kencan di akhir minggu. Cinta membutuhkan usaha yang lebih dari semua itu.

Saat ada masalah, kamu dan pasanganmu harus sekuat tenaga sama-sama meredam emosi dan berusaha berkompromi. Mencintai berarti berusaha memenuhi harapan pasangan yang mengisi hati. Saban hari kamu harus bertransformasi jadi manusia yang lebih baik lagi.

Cinta yang baik melibatkan usaha yang sepadan. Tak ada kepentingan satu orang yang harus dikorbankan.

6. Cinta yang Tulus Selalu Ingin Menjaga. Di Tengah Kesulitan Terdalamnya Sekalipun, Kamu Ingin Terus Mendampinginya

Mengaku mencintai pasangan berarti siap memberikan dirimu sepenuhnya. Ya, rasa cinta membuatmu tak enggan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan curahan hatinya. Saat dia yang kamu cintai tengah dilanda kesulitan, kamu pulalah orang pertama yang akan turun tangan membantunya.

Wujud dari perasaan cinta adalah ketika kamu berusaha hadir atau ada untuknya. Genggaman tangan atau pelukan hangatmu yang akan menenangkannya. Keceriaan dan rasa empatimu yang dapat sejenak membuatnya melupakan masalah yang jadi beban hidupnya. Saat bisa benar-benar hadir dan ada untuknya, kamu sah membuktikan bahwa cintamu memang sedalam itu padanya.

7. Bertengkar dan Berselisih Paham Itu Pasti. Justru Dari Konflik-lah Kalian Bisa Belajar Saling Memahami
Tuhan menciptakan cinta untuk kebaikan. Agar manusia bisa berbagi cinta dan kasih sayang yang mendamaikan dan bukannya saling menyakiti. Sayangnya, tak jarang kita malah menjalani hubungan yang tak dewasa. Alih-alih bisa bersikap baik dan saling menyayangi, kita justru lebih sering tersulut emosi.

Bagi mereka yang bisa berpikir dan bersikap dewasa, cinta yang dijalani akan lebih stabil dan konsisten. Tanpa perlu banyak drama-drama dalam hubungan, setiap masalah yang datang selayaknya bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan sikap mau menghargai pasangan. Kalau kamu ingin cintamu bertahan, setiap permasalahan akan bisa disarikan sebagai pelajaran. Pertengkaran tidak akan berakhir sia-sia tanpa memberikan pengalaman.

8. Sebelum Berani Mencintai Orang Lain, Pastikan Kamu Sudah Berdamai dengan Dirimu Sendiri

Demi bisa mencintai orang lain, kamu perlu berdamai dengan dirimu sendiri terlebih dahulu. Menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki, pun bisa menikmati hidup dan berbahagia meskipun sedang sendiri.

Terima segala kesalahanmu di masa lalu, maafkan kealpaanmu sebagai manusia dan pencinta di masa yang dulu. Tanpa pernah melewati proses berdamai dengan diri sendiri,

Kamu bukanlah pribadi yang rapuh, melainkan seseorang yang kokoh berdiri di atas dua kaki. Kamu tak butuh penopang atau tempat bersandar, melainkan teman dan rekan dalam perjalanan hidupmu.

9. Jika Masih Egois dan Ingin Mementingkan Diri Sendiri — Tanyakan Lagi: Cintakah yang Sedang Kujalani?
Cinta ternyata punya kekuatan yang luar biasa. Cinta yang baik akan membuatmu bertumbuh jadi pribadi yang lebih baik pula. Karenanya kamu tak lagi egois atau mementingkan diri sendiri. Cinta membuatmu tak malas-malas memikirkan pasangan yang memang sudah jadi bagian hidupmu. Kasih sayang dan perhatian tak kurang-kurang kamu curahkan. Cintalah yang mengajarkan kita untuk mau peduli dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kebutuhan diri sendiri.

Jika hubungan cinta yang sedang kamu jalani tidak membuatmu jadi pemberi dengan keikhlasan seluas lapangan bola, perasaanmu patut kamu pertanyakan. Sesungguhnya, cintakah yang sedang kamu jalani? Atau sekadar ingin ada yang mendampingi?

10. Sekalipun Cinta Tak Pernah Datang dengan Kepastian, Dia Pantas Dilakoni dengan Penuh Keyakinan

Sudah jadi rumus pasti bahwa cinta tak akan pernah datang dengan kepastian. Setiap hubungan yang dijalani akan selalu punya dua kemungkinan, entah berhasil atau gagal total. Namun, bukan berarti kita pantas menjalaninya dengan seenaknya tanpa rasa percaya atau keyakinan.

Kamu yang benar-benar mencintai akan lebih berani dalam melangkah. Mantap mencintai berarti punya kepercayaan dan keyakinan yang besar pada pasangan. Bahwa lepas dari segala kemungkinan yang bisa terjadi, kamu bertekad untuk sebaik-baiknya berusaha demi bisa mempertahankan hubungan seterusnya.

11. Jangan Berharap Mendapat Cinta yang Sempurna, Tapi Jalani Cinta dengan Jujur dan Apa Adanya

Mungkin, kita sering berandai-andai tentang hubungan yang membahagiakan. Berharap punya pasangan yang sifat dan karakternya benar-benar kamu idam-idamkan atau menjalani hubungan yang langgeng hingga ke pelaminan. Segala keinginan dan harapan itu membuat kita lupa bahwa bagaimana pun tak ada cinta yang sempurna.

Hubungan yang sempurna adalah ketika kamu dan pasanganmu bisa sama-sama mau berusaha. Saling mengajak dalam kebaikan, mau kompromi, dan berusaha saling memahami. Tanpa perlu punya bayangan tentang bagaimana kriteria pasangan yang sempurna, kamu dan dia hanya fokus untuk berusaha menjadi pasangan yang lebih baik setiap harinya.

12. Kepercayaan Terhadap Cinta yang Tulus Menjadikanmu Lebih Berani Menghadapi Sendiri. Pun Tak Takut Saat Harus Menghadapi Komitmen yang Lebih Suci
Bisa saja saat ini kamu masih sendiri, belum ada yang mendampingi. Bagi mereka yang belum meyakini bahwa cinta selalu datang di saat yang paling tepat nanti, mungkin rasa cemas dan galau tidak bisa dihindari. Tapi mereka yang yakin bahwa semua hanya harus dijalani justru lebih berani menghadapi kesendirian. Kenapa harus khawatir? Toh jika waktunya tiba, pasangan yang dinanti sekian lama akan muncul juga di hadap mata.

Begitu pun bagi mereka yang punya pasangan — mencintai tak bisa dianggap sembarangan. Mencintai adalah perkara janji yang selayaknya ditepati. Kalian tak lagi takut jika harus membawa ikatan ini ke komitmen yang lebih suci. Sebab bukankah cinta memang soal memberanikan diri menghadapi segalanya bersama? Entah manis atau pahit jalan yang terhampar di hadap sana.


Nah, apakah kamu setuju dengan prinsip-prinsip di atas? Soal cinta memang bukan perkara sederhana. Cinta yang sebenar-benarnya adalah ketika kamu bisa mencerapi perasaan cintamu secara dewasa. Semoga cinta membuat hidupmu berbahagia, ya!

Oleh : Nabila Inaya
Sumber : www.Hipwee.com